Semarang adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan keanekaragaman budaya dan toleransi beragama yang sangat tinggi. Kota Semarang atau dengan julukan kota ATLAS ini memiliki aneka makanan khas dan minuman unik yang patut Anda coba ketika berkunjung.
Salah satu minuman khas Semarang yang unik banget yaitu Jamu Jun. Kenapa dinamakan jamu jun? Jawabnya adalah karena jamu ini diletakkan di sebuah wadah yang terbuat dari gerabah tanah liat berleher kecil yang dalam bahasa jawa disebut jun.

Jamu ini berbeda dengan jamu yang berbentuk cairan biasa kita temukan di ibu-ibu penjual jamu keliling seperti kunir asem, beras kencur, cabe lempuyang, brotowali, godong kates (pepaya), temulawak, suruh. Jamu Jun ini teksturnya kental hampir menyerupai bubur, karena terbuat dari tepung beras ketan yang diolah dengan campuran berbagai rempah-rempah seperti jahe, serai, kayu manis, gula jawa. Tak heran ketika kita menyantapnya ada sensasi hangat di badan nan pedas di lidah karena tambahan bubuk merica. Bola-bola kecil berwarna cokelat pada gambar adalah krasikan, yang terbuat dari tepung beras ketan, kelapa parut, gula merah, jahe. Paling cocok diminum saat musim hujan atau ketika kita sedang masuk angin. Konon, jamu ini dapat memulihkan stamina yang loyo.
Terakhir saya membeli di pasar karangayu semarang, lokasinya di seberang gereja. Harganya pun cukup ramah di kantong. Untuk 1 porsi Anda cukup membayar 3000 rupiah saja. Saat ini minuman tsb sudah jarang ditemukan karena semakin sedikitnya penjual yang menjajakan dagangan, mungkin tergerus oleh jaman serba digital ini.hahahaha....Anak muda sekarang sih lebih familiar dengan minuman yang popular seperti es mie cool, cappucino cincau, bubble tea, dsb. Tidak ada salahnya dong sekali-kali mencicipi minuman tradisional ini, hitung-hitung sekalian melestarikan agar tidak punah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar